Close

Seleksi Penyuluh Kemenag Lebak Dinilai Janggal

ilustrasi rekuitmen pegawai

TOPTIME.CO.ID, RANGKASBITUNG – Seleksi penyuluh agama non PNS di Jajaran Kementrian Agama (Kemenag) Lebak ternyata menuai protes dari peserta. Pasalnya, ada peserta yang diketahui tidak ikut tes karena sakit, ternyata dinyatakan lulus.

Salah satu peserta tes yang minta namanya dirahasiakan mengungkap, ada kejanggalan dengan hasil seleksi pada tanggal 8 Desember lalu. Peserta ini mengungkap ada peserta yang sakit dan tidak hadir saat tes tenyata dinyatakan lolos pada pengumuman Senin (23/12/2918)

Menurutnya, kalau memang itu sudah menjadi mekanisme aturan khusus di Bimas Kemenag bagi yang tidak ikut tes bisa lolos dengan alasan tertentu, itu tidak masalah, hanya saja mengapa harus ada rekrutmen terbuka segala.

Peserta ini mengatakan , nama yang kendati tak ikut tes namun dinyatakan lulus itu diketahui merupakan tenaga penyuluh.

“Mereka yang enggak ikut tes bisa lolos karena pernah menjadi penyuluh. Itu yang belum kita pahami. Harusnya Kemenag Lebak pun menjelaskan itu,” kata peserta ini.

Kata dia, sungguh kenapa mesti dibuka rekuitmen, bila ternyata ada perlakuan khusus bagi penyuluh lama, karena seharusnya semua diberikan kesempatan yang sama demi keadilan.

Sementara itu, Kasi Bimas Kemenag Lebak, Baban Bahtiar saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan tentang ada peserta dari Malingping yang tidak ikut tes tapi lolos karena dianggapnya telah memenuhi standar kelayakan untuk jadi penyuluh. Jelas Baban, kritetia bagi penyuluh lama itu tidak perlu tes lagi karena sudah ada ketetapan dari Kemenag.

“Penyuluh lama mah boleh saja tidak ikut tes juga karena sudah ada ketetapan,” jelasnya.

Karena itu, kata dia, itu berlaku bagi penyuluh lama saja yang dianggap masih layak. Dan masyarakat lain yang tidak lolos diminta untuk menahami aturan ini.

“Memang aturan penetapan langsung dari kemenag untuk penyuluh lama ini belum kita sosialisasikan, tapi tolong masyarakat harus bisa memahami ini. Dan media juga saya minta tolong bantu jelasin masalah ini ke masyarakat,” kilah Baban. (SYARIF)

scroll to top