Close

Sampling ke Agen Penyalur BPNT di Rangkasbitung, Beras Kualitas Premium atau Medium ?

Seorang agen di salah satu Kelurahan yang ada di Kecamatan Rangkasbitung, Ahmad menunjukkan beberapa karung beras BPNT yang belum diambil Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Tim TOP TIME pun menimbang beberapa karung beras itu untuk memastikan berat dan kualitas beras BPNT sesuai pedoman umum (Pedum) Dari 5 karung beras kemasan yang ada, bergantian ditimbang dengan timbangan duduk. Masing-masing memiliki beras 9 kilogram.

TOPTIME.CO.ID, LEBAK – Untuk menelusuri terkait pendistribusian beras Bantuan Pangan Non Tunai, TOP TIME menyambangi beberapa agen BRI Link yang ditunjuk sebagai penyalur BPNT di Lebak, Senin (18/11/2019)

Seorang agen di salah satu Kelurahan yang ada di Kecamatan Rangkasbitung, Ahmad menunjukkan beberapa karung beras BPNT yang belum diambil Keluarga Penerima Manfaat (KPM)

Tim TOP TIME pun menimbang beberapa karung beras itu untuk memastikan berat dan kualitas beras BPNT sesuai pedoman umum (Pedum)

Dari 5 karung beras kemasan yang ada, bergantian ditimbang dengan timbangan duduk. Masing-masing memiliki beras 9 kilogram.

Namun, Tim TOP TIME belum bisa mengecek kualitas dan jenis beras bantuan tersebut apakah jenis premium atau medium karena pengelola agen ini tidak berani menyobek karung tersebut.

“Saya tidak berani untuk menyobeknya. Yang jelas tadi ditimbang pas 9 kilo kan?” kata agen BRI Link, Ahmad, Senin (18/11/2019)

TOP TIME kemudian menyambangi beberapa rumah KPM di Kecamatan Cibadak.

Siti Maemunah (36) mengaku sudah beberapa kali mengambil beras BPNT di agen yang ada di desanya. Namun Emun mengaku tak merasa mengecek berat beras yang diterimanya.

“Taunya, ngambil aja, berasnya dalam karung. Berasnya lebih bagus dibanding beras raskin (rastra)” kata Emun.

Ketika ditanya apa Emun bisa membedakan beras jenis premium dan medium, dia mengaku tidak tau.

“Enggak tau, tapi bagus yang ini (BPNT-red)” tandasnya.

Selanjutnya, Tim TOP TIME bergerak ke Pasar Rangkasbitung untuk mencari info seputar perbedaan beras premium dan berad medium.

Andi, seorang pedagang beras di Pasar Rangkasbitung menjelaskan, beras medium dengan beras premium memiliki perbedaan cukup menonjol jika dicermati baik-baik.

Kata Andi, dari sisi warna, beras medium memiliki warna lebih buram dibanding beras premium.

“Beras medium itu warnanya lebih buram dan kalau dimasak nggak terlalu pulen,” kata Andi, Senin (18/11/2019) di Pasar Rangkasbitung.

Lanjut dia, dari sisi butiran yang patah (broken), beras medium memiliki tingkat kepatahan lebih tinggi yakni di atas 10%. Sedangkan beras premium tingkat kepatahannya hanya 0-10%.

Sedangkan pada beras medium kerap ditemukan bulir beras yang bercampur batu atau gabah.

“Kalau premium lebih putih bersih. Nggak ada batu gabah,” katanya.

Tambah dia, kualitas nasi yang dihasilkan, beras premium memiliki tampilan nasi yang lebih pulen dan rasa lebih nikmat dari beras medium.

Sebelumnya, Kadis Sosial Lebak, Eka kepada TOP TIME menjelaskan ada 2 suplier yang mengirim ke 414 agen atau e warong yaitu  Bulog dan PT Aam.

“Kalau beras kualitasnya berkurang sedikit saja KPM bisa menolak dan mengembalikan barang untuk digantikan dengan kualitas yang bagus kepada pihak agen (e-warong),” kata Kadis Sosial Lebak, Eka melalui pesan Whatsapp, Sabtu (16/11/2019)

scroll to top