Close

Proyek Rehab SD Negeri Kedungjaya 01 Kec. Babelan Disoal

PROYEK Rehab Total SD Negeri Kedungjaya 01 Kecamatan Babelan menuai kritikan keras warga. Pasalnya, proyek yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bekasi tahun 2019 hingga Rp. 1.298.208.000 diduga dikerjakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) oleh CV. Surya Mas Abadi.

TOPTIME.CO.ID, KABUPATEN BEKASI – PROYEK Rehab Total SD Negeri Kedungjaya 01 Kecamatan Babelan menuai kritikan keras warga. Pasalnya, proyek yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bekasi tahun 2019 hingga Rp. 1.298.208.000 diduga dikerjakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) oleh CV. Surya Mas Abadi.

Tokoh Pemuda Kedungjaya, Ijay Jaelani menyebut, yang utama dan sangat miris adalah saat bekerja tidak mengutamakan keselamatan para pekerja. Dimana para pekerja tidak diberikan pengaman seperti helmet juga rompi kerja. 

“Jelas kontraktor dengan sengaja mengurangi volume besi atau ukuran besi juga pengurangan mutu pembuatan kolom tidak sebagaimana mestinya sesuai RAB,” ujar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA ini, Senin (2/9/2019).

Menurut Ijay, leluasanya Kontraktor bekerja tidak sesuai RAB diduga ada pembiaran dari Pengawas pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bekasi. Bahkan sambungnya, lebih miris lagi saat diketahui Kontraktor yang mengerjakan pembangunan sekolah ini adalah seorang Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi PDI-P dari Komisi IV periode 2014-2019.

“Kalau tidak ada korupsi berjamaah, seharusnya Dinas PUPR mampu melakukan pencegahan. Atau Dinas PUPR takut bertindak karena kontraktornya seorang Dewan,” tandasnya.

Ia juga pertanyakan kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang sebagai Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang dibentuk berdasarkan keputusan Jaksa Agung Nomor 152 tahun 2015.

“Kami sebagai masyarakat pembayar pajak penghasil APBD sangat kecewa dengan kinerja Kejari Cikarang yang seolah tutup mata. Bagaimana bisa ada tindakan memberi efek jera jika tidak dilakukan pencegahan terlebih dahulu,” keluh Ijay, pemuda kelahiran Kampung Wates, Desa Kedungjaya. 

Dirinya meminta kepada Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAM Was) Kejaksaan Agung Republik Indonesia, untuk mengkroscek kinerja Tim TP4D Kejaksaan Negeri Cikarang, dimana tugas dan fungsinya dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Bekasi.

Sementara, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi PDI-P dari Komisi IV, Suriyat saat dikonfirmasi TOPTIME.CO.ID melalui selularnya mengakui kekurangan dalam pekerjaannya. 

“Direkturnya anak saya. Pokoknya saya belanja bahannya sudah sesuai,” singkatnya. (FERY

scroll to top