Close

Pimpinan DPRD Lebak Akui Kalah Power oleh Eksekutif

Pimpinan DPRD Kabupaten Lebak mengaku bahwa lembaga legislatif tidak cukup kuat powernya jika dibandingkan dengan eksekutif. Konsep kesetaraan dalam trias politika ternyata masih jauh panggang dari api. "Hingga sekarang, eksekutif masih super power, khususnya dalam fungsi budgeting," terang Bangbang, Ketua Sementara DPRD Lebak periode 2019-2024 saat berdiskusi bersama Komunitas Kaloncing, Selasa (10/9) di Lebak Asri, Rangkasbitung.

TOPTIME. CO. ID, RANGKASBITUNG – Pimpinan DPRD Kabupaten Lebak mengaku bahwa lembaga legislatif tidak cukup kuat powernya jika dibandingkan dengan eksekutif. Konsep kesetaraan dalam trias politika ternyata masih jauh panggang dari api.
“Hingga sekarang, eksekutif masih super power, khususnya dalam fungsi budgeting,” terang Bangbang, Ketua Sementara DPRD Lebak periode 2019-2024 saat berdiskusi bersama Komunitas Kaloncing, Selasa (10/9) di Lebak Asri, Rangkasbitung.

Kata Bangbang, kelemahan ini karena banyak faktor, mulai dari regulasi yang kurang berpihak kepada legislatif hingga masalah teknis operasional yang belum berpihak pada legislator yang mandiri.
“Draf APBD diserahkan di hari pembahasan, terus kami mau mencermati dengan cara apa? Uang miliaran harus dipelototi dalam hitungan jam,” ujarnya.

Hal ini diakui Junaedi Ibn Jarta, Ketua DPRD Lebak peride 2014-2019. Menurutnya, legislatif kehilangan taring karena tidak lagi bisa menjatuhkan vonis berat terjadap laporan pertanggungjawaban eksekutif. “Taring kami dicabut peraturan, tidak ada lagi hak tolak atas LPJ bupati,” imbuhnya di tempat yang sama. (asa)

scroll to top