Close

Pengamat Sebut Logis Wacana Bekasi Gabung DKI

Pengamat Politik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara

TOPTIME.CO.ID, KOTA BEKASI – Pengamat Politik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara mengatakan keinginan untuk menggabungkan Kota Bekasi ke DKI Jakarta sangat logis, mengingat historisnya Bekasi dulu memang bagian wilayah Batavia, itu sebab di Bekasi unsur budaya betawi Jakarta lebih kuat dibandingkan Sunda di Jawa Barat. 

” Jadi soal rencana Bekasi gabung DKI Jakarta, itu keinginan yang logis, seperti halnya Banten yang memilih berpisah dengan Jawa Barat,” ujar Igor kepada TOPTIME.CO.ID melalui pesan singkat. Minggu (26/8/2019)

*BACA JUGA BERITA SEBELUMNYA : https://toptime.co.id/wacana-kota-bekasi-gabung-ke-dki-politisi-partai-golkar-bekasi-apa-kota-bekasi-bangkrut/

Menurut Igor, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bekasi itu maksimal 7 triliun, padahal Kota Bekasi butuh anggaran minimal dua kali lipat dari yang di dapatkan saat ini, karena estimasi kebutuhan dana pembangunan Bekasi secara optimal diperkirakan mencapai Rp 12-15 triliun setahun. 

Jika melihat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi 2018 ternyata juga tidak memenuhi target. Dari target Rp5,3 triliun, cuma masuk pendapatan sebanyak 4,6 triliun. Penyumbang pajak terbesar di Bekasi adalah Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp 454 miliar. Disusul Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp 416 miliar.

**BACA JUGA YG INI BIAR NYAMBUNG : https://toptime.co.id/saling-sindir-politisi-golkar-vs-walikota-bekasi-berlanjut/

Selain itu kata dia, DKI Jakarta punya cukup banyak dana APBD sebesar 87 trilyun.

Dia juga memprediksi, akselerasi pembangunan di Bekasi bisa  lebih cepat jika bergabung dengan DKI Jakarta dan secara ekonomi kesejahteraan warga bekasi akan ikut meningkat. 

***YG INI JUGA JANGAN TERLEWAT :https://toptime.co.id/dikritik-politisi-golkar-walikota-bekasi-tuding-pengritiknya-nyari-panggung/

Selama menjadi bagian dari provinsi Jawa Barat, Bekasi hanya sebuah wilayah administratif pinggiran Jakarta tetapi penduduknya tidak terlalu merasakan dampak positf dalamaspek pelayanan kesehatan,  transportasi, kesempatan kerja, dan pendidikan. 

*******INI SUDAH BACA BELUM ?https://toptime.co.id/walikota-bekasi-pilih-gabung-dengan-dki-ini-alasannya/

Ditambahkan juga oleh Igor, opsi Bekasi gabung ke DKI Jakarta jauh lebih rasional ketimbang jadi bagian dari Provinsi Jawa Barat atau pemekaran Bogor Raya. Sungguh begitu, masalah bergabungnya kembali Bekasi ke DKI Jakarta sebagai wilayah Jakarta Tenggara, sepenuhnya wewenang dari pemerintah pusat. (Amsar)

scroll to top