Close

Pendirian BUMD Pasar Menuai Dukungan

Gedung DPRD Lebak

Dianggap Mampu Atasi Kesemerawutan Pasar

TOPTIME.CO.ID, RANGKASBITUNG – Raperda Pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)  Pasar mendapat dukungan dari sejumlah pihak.

Ketua Bidang Hukum Komunitas Aspiratif menilai berdirinya BUMD Pasar merupakan langkah positif untuk meningkatkan kualitas layanan pasar di Lebak.

Kata dia, adanya BUMD itu diharapkan bisa meningkatkan Penghasilan Asli Daerah (PAD) dari retrebusi.

Selain itu berdirinya BUMD itu harus menjadi momentum pembenahan pengelolaan dan penataan pasar yang kini semerawut.

“BUMD Pasar itu nantinya harus bisa menyelesaikan persoalan kekumuhan dan praktek pungli yang terjadi,” kata Iskandar, Senin (30/12/2019)

Penggiat sosial di Lebak lainnya, Akmad Hakiki Hakim berpendapat, Pasar terbesar di jantung ibu kota Lebak yang juga pasar paling lama berdiri, masih jauh dan kurang maksimal pengelolaan nya, kumuh dan semerawut.
“Harus bersinergi dengan penataan stasiun besar Rangkasbitung,” kata Kiki Hakim.

Ditegaskan Kiki, BUMD jelas-jelas disuport oleh APBD, namun jika manajemen dan pengelolaannya jelas dan baik, sudah seharusnya BUMD pun mampu membantu Pemerintah Daerah.

Sejumlah pedagang di Pasar Rangkasbitung yang ditemui TOP TIME mengaku belum tau bahwa ada rencana pendirian BUMD Pasar di Lebak.

Hasan (50) salah satu pedagang di Pasar berharap, BUMD Pasar bisa menertibkan pedagang liar di bagian depan agar pemilik los dalam pasar bisa kembali bergairah.

“Selama ini los dalam justru sepi, karena ada pedagang kaki lima di bagian depan, kita seperti terhadang,” kata Hasan.

Pedagang lainnya, Roni berharap, ada pembenahan besar-besaran bila memang pendirian BUMD untuk mengelola pasar berdiri.

“Berharap pedagang yang tidak resmi ditertibkan. Kita optimistis. Para pedagang di tiga pasar itu lebih banyak berjualan di jalan, kalau kita kelola dengan baik maka penerimaan daerah menjadi lebih maksimal,” ungkap dia.

Warga Rangkasbitung, Ahmad Wahyudi, mendukung adanya BUMD Pasar. Kata dia,  BUMD itu tergantung ahlak pengelolanya, kemampuan mengelola dan yang penting mereka berkomitmen untuk memajukan BUMD Lebak.

“Gali terus potensi pendapatan daerah. Jangan banyak kebocoran kebocoran pendapatan/retribusi ( salar tak berkarcis ),” kata Ahmad Wahyudi.

Sebagai informasi, dua belas Raperda yang masuk Prolegda 2020.

Raperda 2020  itu terdiri dari 8 usulan pemerintah daerah (Pemda), dan 4 inisiatif dewan.

1.  Raperda Perubahan atas Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2019-2034.

2.  Raperda perubahan tentang RPJMD 2019-2024

3. Raperda perubahan atas Perda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah

4. Raperda Pengelolaan Zakat

5. Raperda Pendirian BUMD Pasar

6.  Raperda Kawasan Tanpa Rokok

7.  Raperda Pengelolaan Keuangan Daerah

8. Raperda Penyelanggaraan Perpustakaan.

Ada 4 Raperda inisiatif DPRD yaitu :
1.  Raperda Pelestarian Bangunan, Struktur dan Kawasan Cagar Budaya

2.  Raperda Penataan Guru Swasta

3.  Raperda perubahan atas Perda tentang Hak Keuangan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD,

4.  Raperda Penataan Wilayah Pantai.

scroll to top