Close

Mahasiswa FH Untirta Gelar Trauma Healing dan Pengobatan Gratis Korban Banjir Bandang Lebak

TOPTIME.CO.ID, LEBAK – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menggelar Trauma Healing bagi anak-anak korban banjir bandang di kampung Taleus, Luhur Jaya, Cipanas Lebak Banten. Giat Trauma Healing ini merupakan kegiatan yang kedua kali untuk korban banjir bandang. Minggu (12/1/20)

Lokasi kedua ini dipilih berdasarkan kondisi di lapangan, bahwa kampung Taleus Luhur Jaya merupakan desa yang terpapar banjir bandang. Jembatan hanyut menimbulkan terputusnya akses jalan ke desa tersebut dalam beberapa hari. Meski rumah-rumah tidak semuanya terbawa banjir, tetapi persawahan tertutup lumpur akibat air sungai yang meluap deras ke permukaan.

Trauma Healing kali ini didukung dengan cuaca yang cerah, sehingga anak-anak dapat bergembira bersama kakak-kakak relawan yang dikomando oleh Aliyth Prakarsa, Dosen Fakultas Hukum yang juga Komandan Komunitas Relawan Banten (KRB).

“meski tidak menjadi korban banjir secara langsung, tetapi anak-anak mengalami ketakutan ketika sungai yang meluap mengepung desa mereka. Oleh karenanya perlu dilakukan Trauma Healing agar anak-anak kembali pulih secara psikologis dan tidak lagi merasa khawatir” ujarnya.

Penerjunan kali ini, tidak hanya Trauma Healing dengan mengajak anak-anak bermain dan bergembira, melainkan juga dilakukan pemeriksaan telinga secara gratis bagi anak-anak. Sekitar 95 orang anak SDN 2 Luhur Jaya, diperiksa telinga secara gratis oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Cianjur. Ibu dr. Trini sebagai ketua IDI Kabupaten Cianjur juga hadir dan memeriksa anak-anak secara langsung. Selain pemeriksaan telinga anak-anak, juga dilakukan pengobatan gratis untuk warga Luhur Jaya. Hampir semua warga mengantri untuk pengobatan yang bertempat di majelis ta’lim tersebut.

“Kami dari Fakultas Hukum Universitas Suryakancana Cianjur mendukung penuh kegiatan trauma healing ini yang digagas oleh FH Untirta ini, kita tidak memberikan bantuan secara materil tetapi kita berupaya untuk memberikan dukungan moril, sebuah upaya pemulihan kondisi psikologis anak-anak korban bencana alam” demikian disampaikan Prof. Henny, Dekan FH Universitas Suryakancana Cianjur.

Meski demikian, bantuan logistik berupa beras Cianjur, makanan ringan, dan uang juga diberikan kepada warga sebagai wujud dari kepedulian terhadap korban bencana alam. Sedangkan untuk anak-anak yang ikut bermain diberikan bingkisan makanan dan tas sekolah.

“Bingkisan makanan dan tas sekolah jika dilihat mungkin seolah tidak berharga, tetapi bukan itu yang menjadi sasaran kami. Kegembiraan anak-anak menjadi sebuah keniscayaan, kami datang bukan mengantarkan bantuan tapi menyampaikan titipan kasih sayang serta pesan bahwa kalian (anak-anak) tidak sendirian” ujar Rena Yulia, Dosen FH Untirta yang turut terjun dalam giat trauma healing tersebut.

Mahasiswa FH Untirta masih akan melakukan trauma healing lagi. “mumpung kuliah belum mulai, kami ingin menggunakan waktu libur ini dengan kegiatan yang bermanfaat, bukan hanya kenangan sesaat” imbuh Fairuz Lazuardi, ketua mahasiswa hukum pidana (Criminal Law Student Association (CLSA)). “mahasiswa masa kini harus memiliki kepedulian yang tinggi, apalagi bencana terjadi di wilayah sendiri. Ini merupakan pengabdian kami sebagai mahasiswa, bagian dari Tridharma perguruan tinggi. “tambahnya bersemangat. (TIM)

scroll to top