Close

JB Buka-Bukaan Soal Rencana Beli Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Yang Kemudian Batal

Puluhan mashasiswa dari Keluarga Mahasiwa Lebak melakukan aksi saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak Peringatan Hari Jadi ke-191 Kabupaten Lebak, Senin (2/12/2019).

TOPTIME.CO.ID, RANGKASBITUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menggelar riung mungpulung Hari Jadi ke-191 Kabupaten Lebak, di pendopo bupati, Senin (2/12/2019).

Dalam acara itu berbagai kalangan masyarakat Lebak dan pegawai di lingkungan Pemkab   hadir dengan mengenakan pakaian hitam khas Baduy.


Salah satu tokoh masyarakat di Lebak yang juga mantan bupati Lebak dua periode, H. Mulyadi Jayabaya  mengomentari dinamika pembangunan saat ini.

Dalam sambutannya, Jayabaya sempat menyindir terkait keinginan dewan yang  akan menganggarkan pembelian mobil dinas baru untuk 3 wakil ketua DPRD.

Namun, kata Jayabaya ketika mendengar info itu, dirinya kemudian menelpon DPRD agar jangan menganggarkan pembelian mobil dinas. JB juga mengaku menelepon dan meminta kepada DPRD agar keinginan tersebut dibatalkan.

“Pakai aja mobil yang ada dulu kan masih bagus, ” tutur JB.

JB juga mengatakan daripada untuk lebih mobil lebih baik untuk  bangun sekolah dan jalan yang rusak serta membantu korban banjir.

Sementara itu terpantau puluhan mahasiswa dari Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) melakukan aksi di depan Kantor Bupati  dan  DPRD Lebak.

Sempat terjadi kericuhan saat aksi berlangsung namun bisa diredam aparat kepolisian yang berjaga.

Pendemo ini kemudian kembali ke asrama mereka yang berlokasi di sekitar Balong Rangkasbitung

Untuk diketahui, pada penetapan APBD 2020 anggaran mobil dinas wakil ketua DPRD Lebak tidak dianggarkan.

Saat DPRD Lebak menggelar Rapat Paripurna IV dalam rangka Rancangan Peraturan Daerah APBD Tahun 2020, Kamis (21/11/2019) Wakil Ketua DPRD Lebak, Ucuy Mashuri nampak heran saat beberapa anggota DPRD dari Fraksi Gerindra menolak usulan mobil dinas untuk 3 pimpinan DPRD Lebak di Raperda 2020. Pasalnya kata Ucuy di Raperda 2020 tidak ada usulan untuk membeli mobil dinas pimpinan dewan seperti yang disebutkan fraksi Gerindra.

“Saya juga bingung, yang dipersoalkan teman-teman dari Gerindra ini info darimana? Saat pembahasan dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah- red) Gerindra tidak ada,” kata Ucuy.

Ucuy juga menyindir entah darimana info yang diterima Fraksi Gerindra.

“Entah info ghoib darimana,” sindirnya.

Salah satu anggota DPRD dari fraksi PKB, Acep Dimyati pun menceletuk.

“Mungkin Gerindra kemakan hoax,” celetuk Acep yang disambut dengan tawa dari anggota dewan lainnya.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Lebak, Dindin Nurohmat didampingi Ucuy Mashuri (wakil ketua), Junaedi Ibnu Jarta (wakil ketua) sedangkan dari unsur eksekutif hadir Wakil Bupati Lebak, H. Ade Sumardi.

Rapat sempat diskorsing selama 10 menit karena fraksi Gerindra meminta waktu untuk melakukan lobi-lobi.

Semua fraksi yang hadir, kecuali Gerindra meminta RAPB 2020 ditetapkan.

Anggota DPRD dari Partai Gerindra menyatakan walkout kerena menolak anggaran mobil dinas untuk 3 Wakil Ketua dewan.

Namun kendati juga berasal dari Partai Gerindra, Ketua DPRD yang berasal dari Partai Gerindra, Dindin Nurohmat tidak ikut walk out dan tetap melanjutkan memimpin rapat.

Beberapa anggota Fraksi Gerindra ketika dikonfirmasi terkait walk out saat paripurna beralasan, sikap itu sebagai bentuk penolakan dimasukannya anggaran pembelian 3 mobil dinas pimpinan dewan pada saat kondisi keuangan sedang defisit.

“Intinya kita menolak pembelian mobil dinas untuk pimpinan,” kata Agil.

Ketika dikonfirmasi bahwa pernyataan wakil ketua dewan yang heran dengan usulan pengadaan mobil pimpinan yang mana yang dimaksud Gerindra karena tidak ada dalam Raperda yang akan ditetapkan, Agil mengaku bahwa usulan pembelian itu ada.

Senada dengan Agil, anggota Gerindra lainnya, Bambang menyayangkan dalam kondisi APBD yang defisit ada pembelian mobil dinas.

Namun pada saat akan ditetapkan APBD, dalam sidang Paripurna anggota fraksi Gerindra walkout menolak adanya anggaran untuk pembelian mobil dinas tersebut.

Namun sikap walkout fraksi Gerindra saat itu justru dipertanyakan fraksi-fraksi lainnya karena ternyata dalam pembahasan tidak pernah ada rencana untuk beli mobil dinas.

“Entah, kawan-kawan Gerindra dapat info ghoib darimana (pembelian mobil dinas) karena selama pembahasan anggaran tidak pernah membahas itu,” kata Ucuy Mashuri, Wakil Ketua DPRD Lebak dari Partai Demokrat saat Rapat Paripurna tersebut.( (SYARIF)

scroll to top