Close

Jarum Cibadak : Mimpi Harga LPG Sesuai HET, Tangkap Dulu Oknum Pangkalan Nakalnya

Gas LPG 3 Kg

Gas LPG 3 Kg

TOPTIME.CO.ID, RANGKASBITUNG – Hampir seluruh pangkalan yang ada di Kabupaten Lebak menjual gas LPG kepada warung pengecer. Bahkan, tiap-tiap warung itu sudah ada jatah kuota dari pangkalan bersangkutan.

Dikatakan Sekretaris Ormas Jarum Cibadak, Deni Setiawan, sebuah mimpi bila pemerintah berharap masyarakat bisa menikmati membeli LPG 3 kg dengan harga Eceran Tertinggi yaitu Rp. 16 ribu di pangkalan. Faktanya kata Deni, pangkalan tidak menjual langsung ke konsumen melainkan dijual lagi ke warung pengecer dengan harga diatas HET.

“Mimpi kalau pemerintah ingin masyarakat bisa beli gas LPG harga HET. Tindak, tangkapi dulu pangkalan LPG yang nakal, yang tega menjual di atas HET, yang tidak menjual langsung ke konsumen. Kalau tidak ada penindakan, warga terpaksa beli di warung pengecer dengan harga selangit. HET itu mimpi,” ketusnya .

Penelusuran TOPTIME, beberapa pangkalan di Kecamatan Cibadak menjual ke warung-warung dan tidak langsung ke konsumen.

Seperti 2 pangkalan LPG 3 kg yang ada di Desa Pasarkeong Kec. Cibadak. Pemilik pangkalan mengantarkan langsung saat datang kiriman LPG dari agen langsung ke warung-warung dengan harga Rp. 19 ribu per tabung. Atau, ketika ada kiriman dari agen, pemilik warung warung pun berdatangan mengambil jatahnya. Dan dalam hitungan jam, LPG di Pangkalan langsung habis diborong warung pengecer.

“Iya, warung saya dikirim harga Rp 19 Ribu dari Pangkalan oleh pemilik pamgkalan di Desa Pasarkeong,” kata salah satu pemilik warung di Desa Panancangan Kec. Cibadak yang minta namanya dirahasiakan. Senin (29/6/2020)

Pangkalan lainnya, juga tak berbeda. Pangkalan yang ada di Desa Bojongcae dan terdaftara atas nama Y juga mengakui dirinya menjual LPG 3 kg diatas harga Rp 16 ribu. Pemilik pangkalan tersebut mengakui pangkalan miliknya menjual diatas HET.

Beberapa pangkalan lainnya di Rangkasbitung malah menggunakan marketing dengan mobil bak terbuka mengirim ke warung-warung yang di luar zonanya dengan pola canvasing.

Tentu saja, harga jual pangkalan ke warung diatas HET, yakni Rp 19 ribu – Rp. 21 Ribu dan kemudian warung juga akan menjual LPG 3 kg ke masyarakat di kisaran Rp 25 ribu – 30 Ribu.

Pangkalan Elpiji 3 Kg Hanya Boleh Jual ke Konsumen dan tidak boleh menjual ke warung pengecer. Selain itu, pangkalan hanya boleh menjual ke masyarakat yang tergolong tidak mampu. Ini dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Lebak, H. Dedi Rahmat saat dihubungi awak media, Senin (29/6/2020)

Dijelaskan Kadisperindag, pangkalan harus menjual Elpiji 3 Kg kepada konsumen/masyarakat tidak mampu sesuai dengan Log Book yang diatur Pertamina.

Namun kata Kadisperindag, terkait penegakan dan saksi bukan menjadi kewenangan dinasnya.

Tandas dia, kalau pangkalan tetap menjual ke pengecer ya akan ada sanksi langsung dari Pertamina, berdasarkan laporan dari Disperindag.
Lebih lanjut dijelaskan, tujuan larangan pangkalan menjual Elpiji 3 Kg kepada pengecer tidak lain untuk menjaga agar harga tidak meroket dan tidak terjadi kelangkaan.

Pangkalan Elpiji 3 Kg juga dilarang menjual LPG 3 kg di atas harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditentukan dalam Perbup Nomor 1 Tahun 2015.

“Pangkalan juga wajib memasang papan HET sesuai dengan kecamatan masing-masing,” tandas Dedi.(TIM)

scroll to top