Close

Inovasi Seksi Haji Kemenag Lebak, Daftar dan Setor Ongkos Haji Jadi Super Mudah

ilustrasi haji. Poto: kitanesia.co

TOPTIME.CO.ID, LEBAK – Baru setahun menjabat, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) pada Kementrian Agama (Kemenag) Kab. Lebak, H. Humaedi Hakim sudah banyak melakukan inovasi layanan di kantornya. Untuk mendaftar haji, masyarakat tak perlu repot harus bolak-balik ke bank. Super mudah !

Untuk memudahkan layanan bagi masyarakat yang mendaftar haji, di kantor Kemenag Lebak kini memberikan layanan satu atap.

Masyarakat yang akan mendaftar haji cukup membawa KTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran dan Buku Nikah.

Dijelaskan H. Humaedi Hakim yang akrab disapa Haji Ucok, dalam pelayanan pihaknya menggunakan tagline “Melayani, tidak untuk dilayani” karena menurutnya para calon jemaah haji adalah tamu Allah yang harus dimuliakan.

“Kami ingin memberikan kemudahan-kemudahan dari sisi pelayanan, dari sisi keramahan, dari sisi kemudahan, karena bagi saya calon jemaah haji yang mendaftar adalah saudara sata, sahabat saya, keluarga saya dan ibu bapak saya,” kata H. Ucok, Jum’at (10/1/2020)

Ketika masuk ke ruangan seksi PHU Kemenag Lebak, calon pendaftar akan disambut oleh gerai Bank Mega Syariah. Calon jamaah haji tinggal menyetor urang Rp 25 juta sambil membawa persyaratan KTP, KK, Akte Kelahiran dan buku nikah, maka akan langsung diproses validasi oleh Bank Mega Syariah yang sudah bekerjasama dengan Kemenag. Dari Bank Mega Syariah nantinya diberikan tanda bukti setoran awal.

Bukti setoran awal itu kemudian diserahkan ke petugas Siskohat (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) masih di ruangan yang sama untuk diupdate dan mendapatkan nomor porsi.

Penyelenggaraan Haji dan Umroh mengacu ke Undang-undang Nomor 8 tahun 2013 tentang penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh dan UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang tentang penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh.

Terkait dengan daftar tunggu keberangkatan, diperkirakan bagi yang daftar pada bulan Januari 2020 maka jiga dihitung daru jumlah Nasional dan Provinsi maka daftar tunggunya sekitar 19 tahun.

Dijelaskannya, berdasarkan data Sistem Komputerisasi Terpadu (Siskohat) dari Bulan April 2013 – 31 Desember 2019 pendaftar haji berjumlah 14 ribu orang.

“Informasinya sangat mudah diakses, sangat transparan,” imbuhnya. (SYARIF)

scroll to top