Close

Industri dan Wisata di Lebak Bisa Berdampingan

SARIF HIDAYATULLOH

TOPTIME.CO.ID, CILEGON – Di Depan Puluhan wartawan, Wakil Bupati Lebak, H. Ade Sumardi klaim industri dan wisata di Lebak bisa berdampingan. Ini dikatakan Ade saat mengisi materi dalam acara Latihan Karya Wartawan ( LKW) dan Uji kompetensi Wartawan ( UKW) Provinsi Banten di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PWI Banten, Cibeber Kota Cilegon, Jum’at (6/9/2019)

Lebih lanjut dia mengatakan industri dan wisata sama sama bisa mengurangi tingkat pengangguran, dengan adanya industri masyarakat lokal bisa bekerja dan megubah taraf ekonomi menjadi .

Dikatakannya, suatu keniscayaan industri bisa dihilangkan, karena industri sudah menjadi bagian masyarakat Lebak dalam menyambung hidup, sementara itu destinasi wisata juga dapat mengangkat perekonomian masyarakat melalui kearifan lokal dan ekonomi kreatif.

Acara Latihan Karya Wartawan ( LKW) dan Uji kompetensi Wartawan ( UKW) Provinsi Banten di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PWI Banten juga dihadiri Kepala Dinas Kominfo Banten, Komari, PWI Pusat, anggota DPRD dan beberapa tamu undangan lainnya.


Dalam sambutannya Ketua Panitia Penyelenggara, Ahmad Fauzi menjelaskan, tempat yang digunakan untuk kegiatan itu merupakan perjuangan dari tokoj pers Banten yang dimotori Firdaus.

Dalam paparannya, Kadis Kominfo Banten, Komari mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan UKW yang digelar PWI Banten.Tumbuhnya industri pers akan menumbuhkan sektor industri lainnya. Pemda Banten terhitung yang pertama mendorong sertifikasi wartawan melalui bantuan stimulus,. Ada sekitar 100 wartawan bersertifikasi pada tahun 2010, ”Paparnya.


Ketua PWI Banten, Rian Nopandra mengatakan, UKW kali ini diikuti oleh 60 orang dari berbagai kabupaten dan kota yang ada di Banten. Semoga kegiatan ini menghasilkan jurnalis yang profesional dan dapat meningkatkan kemampuannya.

Sedangkan narasumber lainnya, anggota DPRD Cilegon, Ibrohim menjelaskan Kota Cilegon memiliki laut lintas perairan. Kata dia, perlu ada revisi Perda yang kaitan dengan RTRW terkait dengan industri dengan pemukiman.


Aktifis lingkungan yang kini terpilih jadi dewan ini merasakan miris dengan kondisi pinggir pantai.


“Nyaris tak ada ruang bibir pantai yang tidak terpakai oleh industri,” keluhnya.
Salah satu peserta UKW, Agus Jaelani mengaku bersemangat mengikuti kegiatan itu karena mengikuti ketentuan Dewan Pers.


“Saya sudah lama melakukan persiapan dan baru sekarang berkesempatan untuk ikut UKW. Banyak membaca aturan yang berkaitan dengan pers dan kode etik jurnalis. Selaim iti saya sudah berlatih mengasah keterampilan teknik wawancara dan menulis,” kata Agus yang bekerja di salah satu media online di Banten.

Peserta lainnya, Agus mengaku senang memgikuti UKW karena tuntutan pekerjaan. ” Saya ikut UKW agar menjadi pertimbangan menejemen perusahaan menentukan gaji saya. (*)

scroll to top