Close

Fraksi PPP Tolak Penyertaan Modal Rp. 15 M Untuk PDAM !

wakil Ketua Fraksi PPP DPRD Lebak , Musa Weliansah

TOPTIME.CO.ID, RANGKASBITUNG – Hari ini digelar Rapat Paripurna III DPRD Lebak yang mengagendakan tanggapan Bupati Lebak atas pemandangan umum fraksi-fraksi, Selasa (5/11/2019)

Anggaran 2020 diprediksi mengalami defisit sejumlah RP 63 M dari total APBD Rp 2,7 Trilyun. Hal ini dikemukakan Bupati Lebak, Hj Iti Octavia Jayabaya dalam penyampaian tanggapannya.

Dalam penyampaiannya Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya mengatakan, defisit APBD 2020 karena penyesuaian dana alokasi umum (DAU) dan kondisi dana alokasi khusus (DAK).

Selain itu kata bupati, defisit APBD juga ditambah dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang mencapai 100 persen mulai 1 Januari 2020.

Untuk mencapai UHC (Universal health Coverage) saja kita butuh anggaran Rp25 miliar, dan ini belum teranggarkan. Kemudian PNS, sesuai aturan 4 persen ditanggung oleh pemberi kerja artinya pemerintah.

Usai mengakhiri pembacaan tanggapannya, beberapa fraksi melakukan intrupsi. Salah satunya, wakil Ketua Fraksi PPP DPRD Lebak , Musa Weliansah yang mempertanyakan anggaran penyertaan modal untuk PDAM sebesar Rp 15 Milyar, PD Lebak Niaga Rp 1,5 Milyar dan PT LKM Rp 1,8 M.

“Kami menolak pemyertaan modal untuk PDAM sebesar Rp. 15 Milyar. Pelayanan yang buruk, banyak keluhan tidak ada air, maka seharusnya Pemkab mengkaji dulu kinerja PDAM selama ini,” kata Musa Weliansyah.

Dengan tegas dirinya meminta agar Pemkab melakuan kajian terlebih dulu dengan melibatkan tim independen untuk uji petik di lapangan.

Sementara itu Direktur PDAM Tirta Multatuli saat dikonfirmasi adanya penolakan penyertaan modal Rp 15 Milyar untuk PDAM oleh fraksi PPP, dia mengatakan bahwa bila tidak disetujui akan berpengaruh terhadap Program Hibah Air Minum MBR tahun 2020 karena menjadi persyaratan dari pusat adanya penyertaan modal dari Pemkab.

“Kalau sampai dicoret tentu akan berpengaruh terhadap ajuan program MBR ke pusat,” kata Oya.

Sementara saat dikonfirmasi terkait adanya keluhan dari warga tentang program hibah MBR 2018, dirinya berkilah bahwa bila ada yang terpasang tapi tidak ada air maka dipastikan itu bukan untuk program MBR karena tidak akan lulus verifikasi oleh tim survey. (“)

scroll to top