Close

DPRD Lebak Sudah Mencium Ada Intimidasi Urusan Proyek Oleh Oknum Pengusaha ke Sekolah

ilustrasi

Pekan Depan Kepsek dan Dindik Akan Dipanggil

TOPTIME.CO.ID, LEBAK – Ketua Komisi 3 DPRD Lebak, Yayan Ridwan mengaku sudah lama mendengar informasi adanya intimidasi oleh oknum pengusaha untuk mendapatkan proyek pengadaan di sekolah-sekolah.

Bahkan, Komisi 3 DPRD Lebak sudah mengagendakan untuk rapat kerja (raker) dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lebak dan Kepala Sekolah untuk mendalami persoalan tersebut.

“Pernah dengar sebelum libur sekolah, pas kita mau agendakan kebetulan lagi libur pihak sekolahnya,” kata Ketua Komisi 3 DPRD Lebak, Yayan Ridwan melalui pesan whatsapp, Jum’at (24/1/2020) sore.

Kata Yayan, Komisi 3 yang salah satu mitra kerjanya Dinas Pendidikan sangat menyayangkan bila prilaku intimidasi oleh oknum benar terjadi. Karena menurutnya, seharusnya tidak perlu ada intimidasi.

” Komunikasi aja dengan baik, kami juga sebenarnya sudah lama mendengar isu ini, mudah-mudahan pekan depan Komisi 3 bisa raker dengan kepala sekolah atau dengna dinas pendidikan,” kata Ketua Komisi 3 DPRD Lebak.

Sebelumnya diberitakan Penggiat LSM Komunitas Aspiratif Iskandar mengaku heran kenapa Pejabat Dinas Pendidikan Lebak atau Kepala Sekolah yang merasa mendapat intimidasi tidak melaporkan ke pihak berwajib.

“Anehnya, Pejabat Dindik Lebak yang mengaku mengetahui adanya praktek intimidasi dilakukan oleh oknum pengusaha kenapa enggak lapor polisi? ” kata penggiat Komunas, Iskandar, Jum’at (24/1/2020).

Tambah dia, semua pelaku usaha harus bersaing dengan sehat dan sportif dalam menjalankan usahanya.

“Persaingan antar pengusaha tentu wajar dalam dunia usaha. Namun tentu tidak boleh menggunakan cara-cara yang tidak benar,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu Kepala Sekolah Dasar di Lebak yang enggan namanya disebutkan mengaku ada oknum pengusaha tertentu yang terkesan melakukan intimidasi ke kepala sekolah agar proyek pengadaan yang didanai dari BOS Afirmasi bisa disuplai oleh oknum pengusaha ini.

Namun Kepsek yang minta namanya dirahasiakan ini enggan membeberkan bentuk intimidasi seperti apa yang dilakukan oknum pengusaha tersebut dan pengadaan apa yang diincar oknum tersebut.

Kepsek ini terkesan takut untuk membeberkan lebih jauh prihal ulah oknum pengusaha tersebut.

” Waktu itu iya..tapi sepertinya sudah tidak ada respon yang kurang baik lagi,” ungkap Kepsek tersebut kepada Top Time. Kamis (23/1/20)

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Abdul Waseh saat dikonfirmasi terkait adanya oknum pengusaha yang terkesan mengintimasi pihak sekolah, dia dengan dengan gamblang menyebut hal itu sudah biasa.

“Semua pengusaha (oknum-red) di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak melakukan intimidasi terhadap sekolah terkait kegiatan Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) Afirmasi, catat itu,” kata Kepala Bidang SD, Waseh, Rabu (22/1/20) di ruang kerjanya.

Dikatakannya, kalau bicara intimidasi semua pengusaha (oknum) melakukan itimidasi.

“Pasti sentilan-sentilan ke sekolah itu ada. Namanya juga pengusaha loh, saya juga kalau jadi pengusaha pasti begitu. Jadi emang kondisinya seperti itu, kalau bicara intimidasi,” tambah dia.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) intimidasi adalah tindakan menakut-nakuti (terutama untuk memaksa orang atau pihak lain berbuat sesuatu); gertakan; ancaman;

Berita ini merupakan laporan dari AMSAR wartawan bersertifikasi kompetensi muda Dewan Pers. (*)

scroll to top