Close

Disoal, Pengadaan Bahan Pangan BPNT Tanpa Telor dan Supplier Tunggal

ilustrasi

TOPTIME.CO.ID, LEBAK – Penggiat Sosial asal Lebak, Iskandar menyayangkan penyuplai kebutuhan bahan pokok untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Lebak hanya oleh 1 supplier yaitu PT Aam Prima Arta.

Menurut Iskandar, sangat tidak efektif hanya perusahaan tunggal menyuplai 351 agen atau e-warung se-Lebak.

Tandas dia, dengan tak ada perusahaan lain sebagai pesaing dan pembanding maka kualitas beras yang dikirim ke agen akan sulit terjaga.

“Contoh kecil, selama ini Keluarga Penerima Manfaat hanya mendapatkan beras, seharusnya perusahaan penyedia juga menyediakan telor, karena tak cukup hanya mengkonsumsi karbohidrat tanpa protein,” kata Iskandar, Rabu (13/11/2019).

Lanjut dia, dengan geografis Lebak yang luas dan jumlah penerima manfaat yang mencapai 106.000 sangat tidak efektif bila hanya satu perusahaan yaitu PT Aam Prima Arta.

Sebagai informasi, mulai Juli 2019 lalu beras sejahtera (rastra) digantikan dengan bantuan pangan nontunai (BPNT).

BPNT didistribusikan dengan menggunakan kartu keluarga sejahtera (KKS), dan setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan jatah Rp 110.000/bulan.

Bantuan non tunai itu bisa dibelikan kebutuhan pokok yaitu beras dan telur di warung yang telah ditunjuk (e-warung) oleh Keluarga penerima manfaat bisa dengan menunjukkan KPM yang mereka miliki.

Sedangkan untuk menyuplai kebutuhan pokok ke agen atau waroeng itu terdapat pengusaha yang dipilih oleh agen dengan difasilitasi oleh dinsos setempat. Di Lebak supplier bahan makanan pokok BPNT oleh satu perusahaan yaitu PT PT Aam Prima Arta.

Kepala Dinas Sosial Kab. Lebak, Eka, belum bisa dimintai tanggapannya terkait hal ini karena ketika disambangi ke kantornya yang bersangkutan sedang dinas luar.

Bupati Lebak, Hj. Iti Octavia Jayabaya juga belum bisa dimintai tanggapanya terkait hanya ada satu supplier pada pengadaan bahan pokok untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Lebak. Saat disambangi ke kantornya, Bupati Lebak sedang ada kegiatan di luar daerah.

Sebagai pembanding, Kabupaten Pandeglang, Jumlah KPM yang menerima BPNT sebanyak 97.862 KPM yang tersebar di 339 desa/kelurahan, terdapat 2 perusahaan yang menyuplai yaitu PT Kenzi dan PT Aam.

BPNT tahun 2019 di Lebak jumlah KPM sebanyak 106.230 kepala keluarga (KK) dengan agen sebanyak 351 yang tersebar di 340 desa dan 5 kelurahan di Kabupaten Lebak dengan hanya 1 supplier yaitu PT Aam Prima Arta.

TOPTIME.CO.ID pun mencoba mendapatkan wawancara dengan owner PT Aam Prima Arta, Rabu (13/11/2019). Namun, Aam Maryamah masih belum bersedia diwawancara karena sedang berobat ke dokter.

“Sekarang saya lagi antri di dokter, ” kata Aam dalam pesan WA, Rabu (13/11/2019).

Esoknya kembali TOP TIME menanyakan kesediaan pengusaha ini untuk diwawancara terkait pemdistribusian bahan pokok BPNT di Lebak, namun Aam masih sakit.

“Saya belum bisa pak, nanti ya,” balas Aam. (*)

scroll to top