Close

Didin Haryono, Pimpinan Baru BPJS Ketenagakerjaan Cabang Utama Serang

Didin Haryono, Pimpinan Baru BPJS Ketenagakerjaan Cabang Utama Serang

TOPTIME.CO.ID, SERANG – Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Utama Serang melakukan reposisi pejabat mereka akhir bulan ini. Didin Haryono dipercaya menjadi pimpinan baru lembaga jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut menggantikan Muallif yang memasuki masa pensiun.

Didin Haryono merupakan warga asal Kabupaten Lebak yang sebelumnya menempati posisi Asdep Kepesertaan Wilayah Banten.
“Iya terimakasih, Insya Allah per 1 November nanti menggantikan Pak Muallif yang pensiun,” ujar Didin saat dikonfirmasi TOPTIME.CO.ID tentang informasi pengangkatan dirinya menjadi pimpinan baru BPJS Ketenagakerjaan Cabang Utama Serang, kemarin.

Didin Haryono merupakan warga asal Palendeng, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak yang sudah cukup lama menjadi bagian dari BPJS Ketenagakerjaan.
“Insya Allah saya akan bekerja keras untuk memajukan perusahaan ini. Saya juga akan bekerja keras memastikan seluruh pekerja di Banten bisa terjamin di BPJS, baik pekerja formal maupun informal,” ujarnya.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Utama Serang secara tugas teritorial membawahi Kabupaten Lebak, Pandeglang, Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon.

“Insya Allah, ketika saya sudah masuk mulai kerja, saya berkomitmen akan menjalankan dan mengamankan amanah jabatan ini yang sudah ditetapkan manajemn direksi dengan sebaik-baiknya,” ujar pria murah senyum tersebut.

Dalam kesempatan itu, Didin menegaskan akan meningkatkan sinergi dengan seluruh stakeholder utama, pemerintah kabupaten/kota, para pengusaha, serikat pekerja, para tokoh masyarakat, ulama dan pers.

Berikutnya, meningkatkan intensifikasi pada peserta eksisting dan meningkatkan ekstensifikasi bagi perusahaan, lembaga yayasan yang belum mendaftarkan diri dan pegawainya pada BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini harus dilakukan sosialisasi massif pada semua segmen terutama perusahaan kecil dan UMKM, termasuk para petani, nelayan, pedagang, guru-guru ngaji sosompang, marbot masjid dan lainnya,” ujar dia mantap seraya menjelaskan bahwa dalam menegakan hukum terkait aturan pelanggaran jaminan sosial ketenagakerjaan harus bekerjsama dengan para pengawas tenaga kerja, kejaksaan, kepolisian harus diawali pendekatan persuasif.

“Lebih baik membawa pulang nama baik daripada gagal dalam mencapai target yang sudah ditetapkan,” imbuhnya lagi (asa)

scroll to top