Close

Desakan Rombak Menejemen RSUD Ajidarmo Semakin Menguat

TOPTIME.CO.ID, RANGKASBITUNG – Desakan agar bupati Lebak merombak total menejemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) semakin menguat. DPD Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Badak Banten Kab. Lebak, Eli Sahroni mendesak pentingnya segera dilakukan perobakan menejemen sebagai tindaklanjut dari turunnya kelas RS milik Pemkab Lebak dari type B ke C.

“Jangan karena yang turun kelasnya ada puluhan, sehingga mengaburkan subtansi lemahnya menejerial di RSU Ajidarmo. Targetnya semua ingin naik kelas, atau setidaknya bertahan. Tapi kalo sampai turun kelas ini namanya kemunduran dan jeblok,” tegasnya.

Menurut Eli, penurunan type dari B ke C jangan dianggap hal biasa. Justru ini kejadian luarbiasa yang sangat memprihatinkan dan harus menjadi perhatian serius dari pihak Pemkab dan juga DPRD Kab. Lebak.

“Harus ada tindakan cepat sebagai upaya penyelamatan. Rombak menejemen, evaluasi pejabatnya secara menyeluruh,” kata Eli.

Ketua DPD Badak Banten Kab, Lebak ini juga mengaku sedang mengamati apakah besaran tunjangan kinerja yang diterima oleh pejabat di RSU Ajidarmo sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kalau sampai kita dapati ada ketidakjelasan aturan dalam tunjangan kinerja dan jasa di RSU Ajidarmo, kita tidak akan segan-segan melaporkan ke aparat penegak hukum,” tandasnya.

Penurunan kelas pada 21 rumah sakit di Banten, salah satunya RS Ajidarmo Rangkasbitung menuai kecaman dari pengamat kesehatan di Lebak.

Pengamat kesehatan, Tatet yang juga pernah bekerja di RSUD Ajidarmo ini menilai, turunnya kelas RSUD Ajidarmo dari type B ke C merupakan bentuk bobroknya layanan dan menejemen rumah sakit milik Pemkab Lebak tersebut.

Dari hasil konfirmasi dengan Pihak Rumah Sakit Umum Adjidarmo Lebak bagian Humas Budi Kuswandi mengatakan kita (Pihak RSUD) masih menunggu konfirmasi dari pihak Dinas Kesehatan Provinsi Banten.” katanya di ruang kejanya, Senin (19/8/2019).

Ditambahkan budi kita selalu update terhadap laporan – laporan administrasi,” kata Budi Kuswandi di ruang kejanya, Senin (19/8/2019).

Diberitakan sebelumnya, penurunan kelas pada 21 rumah sakit di Banten, salah satunya RS Ajidarmo Rangkasbitung menuai kecaman dari pengamat kesehatan di Lebak.

Pengamat kesehatan, Tatet yang juga pernah bekerja di RSUD Ajidarmo ini menilai, turunnya kelas RSUD Ajidarmo dari type B ke C merupakan bentuk bobroknya layanan dan menejemen rumah sakit milik Pemkab Lebak tersebut.

“Jaman saya dulu bersama dokter Sardono mati-matian memperjuangkan agar RS Ajidarmo naik kelas dan berhasil. Tapi sekarang malah turun kelas,” kata Tatet, (22/7/2019)

Kata dia, Bupati harus segera melakukan perombakan total menejemen demi mengembalikan kelas rumah sakit tersebut karena kelas rumah sakit ditentukan oleh beberapa variabel utamanya adalah pelayananan dan menejemen.

Selain itu, DPRD Lebak yang baru perlu juga membentuk Pansus terkait turun kelasnya RS Ajidarmo.

” Tak habis pikir, kenapa tunjangan pejabat eselon di RS Ajidarmo lebih besar dibanding dengan pejabat di dinas? Padahal sama-sama ASN ? Padahal ada tunjangan PNS sudah diatur melalui Keputusan Bupati. Kenapa harus ada besaran tunjangan dengan dasar SK Direktur RS yang lebih besar nilainya dibanding SK Bupati ?” papar Tatet.

Lanjut dia, dengan turunnya kelas RS Ajidarmo dari type B ke C berakibat harus diturunkannya tarif dasar layanan yang pasti berimbas turunnya PAD dari rumah sakit.

Yang lebih fatal lagi kata dia, turunnya kelas RS Ajidarmo berimbas akan hilangnya beberapa layanan spesialis.

“Rumah Sakit type C itu hanya diatas Puskesmas,” kata dia. (SYARIF/AGUS JAELANI)

scroll to top