Close

Debu Akibat Mobilisasi Material, Warga Semau Dan Sei, Limau Minta Rekanan Siram Jalan

Warga Desa Semau dan Sungai Limau meminta kepada Pelaksana kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Akses Teluk Sialang - Kuala Tungkal, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang dikerjakan oleh CV. Inter Nusa Niaga, yang bersumber dana APBD tahun anggaran 2019, untuk menyiram jalan yang telah dilewati mobilisasi armada pengangkut materialnya, (10/09/2019).

TOPTIME.CO.ID, TANJABBAR – Warga Desa Semau dan Sungai Limau meminta kepada Pelaksana kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Akses Teluk Sialang – Kuala Tungkal, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang dikerjakan oleh CV. Inter Nusa Niaga, yang bersumber dana APBD tahun anggaran 2019, untuk menyiram jalan yang telah dilewati mobilisasi armada pengangkut materialnya, (10/09/2019).

Mereka berharap pihak rekanan melaksanakan penyiraman jalan untuk mengurangi pekatnya kepulan debu yang muncul selama mobilisasi pekerjaan.

“Kami takut kalau ini dibiarkan akan membahayakan kesehatan warga, terutama saat iring-iringan mobil proyek sedang lewat. Apalagi sekarang sedang musim kemarau, debunya sangat tebal karena bercampur kabut asap,” ujar Muslim, warga setempat.

Ia juga meminta rekanan lebih berhati-hati saat mobilisasi material proyek agar tidak membahayakan warga. Lantaran belum digilas, material batu kerikil yang dihampar kerap terlontar saat kendaraan sedang melintas.

“Kalau kecelakaan memang ada, tetapi sebagian besar warga disini sudah maklum karena memang jalannya baru dihampar timbunan batu. Tetapi kalau bisa lebih pelan saja, mobil materialnya jangan ngebut. Kasihan warga lain yang melintas. Takut batu kerikilnya terbang kena warga,” sambungnya diamini warga lain.

Terpisah, rekanan pengawas pekerjaan. Abai, mengatakan siap bekerjasama dengan warga sekitar. Pihaknya juga menampung permintaan warga termasuk penyiraman jalan untuk mengurangi debu saat mobilisasi material proyek.

“Iya, kita sudah terima permintaan warga, dan ini sudah disiram, berjalan dua-tiga hari ini. Hari ini memang tidak bisa, karena sedang ada pekerjaan hamparan. Kedepanya kita akan usahakan tambah mobil penyiraman supaya debunya cepat berkurang,” timpalnya. 

Menurutnya, pekerjaan perkerasan dilakukan estafet dan bertahap. Saat ini, pekerja sedang mencoba menyelesaikan tahapan awal penghamparan material batu kerikil.

“Memang kita lakukan secara bertahap, kalau kita turunkan dua alat malah susah mobilisasinya. Sekarang baru tahap hamparan. Sudah berjalan sekitar 45 persen,” ujar Abai ditemui di lokasi kegiatan. (MR/TIM)

scroll to top