Close

DBMSDA Kota Bekasi Rendah Capaian PADnya, Hanya 42,15%

ilustrasi

TOPTIME.CO.ID, KOTA BEKASI –  Realisasi pencapaian pajak reklame dan Penerangan Jalan Umum di Kota Bekasi hingga kini dikategorikan masih rendah. Selain pajak reklame dan PJU, realisasi pajak air tanah juga rendah lantaran izinnya ada di Provinsi.  Demikian diutarakan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi usai apel pagi Senin, (7/10/2019).

Sementara itu Kepala Dinas Bina Marga dan Sember Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi melalui Kepala Bidang Bina Marga (Kabid BM) Widayat Subroto saat dikomfirmasi menegaskan tak akan tinggal diam dalam menghadapi Wajib Pajak tak patuh. Tak hanya peringatan, sanksi pun disiapkan bagi para Wajib Pajak (WP) yang telah terbukti tidak melakukan kewajiban membayar pajaknya. Aturan di dalam regulasi perpajakan sudah jelas, yakni ada konsekuensi yang harus dihadapi oleh WP yang tak patuh.

” Ya kalau enggak patuh tentu diberikan surat teguran. kalau masih membandel baru akan dikenakan sanksi,” Tegas Subroto. Selasa (8/10/2019).

Subroto menjelaskan, sampai saat ini tercatat ada sekitar 10 ribu papan reklame di Kota Bekasi. Tetapi dari jumlah itu, pajak yang belum terpungut berkisar antara 60-65 persen

“Dari 10 ribu papan reklame di Kota Bekasi, 60 persen belum tertagih pajaknya” jelas Subroto.

Untuk mengoptimalkan pencapaian pajak reklame, pihaknya akan terus berupaya memperbaiki pencapaian pajak reklame. Tak hanya itu, pihaknya juga akan menyesuaikan tarif dasar pajak reklame.”Mungkin tahun ini atau tahun depan uda mulai bergerak,” ujar Subroto.

Diakuinya, pihaknya saat ini tengah memperbaiki pola kerja para jajarannya dengan menempatkan petugas di setiap UPTD, rayon, Korwil.” Untuk Perdanya pajak sendiri sudah selesai,” ucapnya. 

Sebelumnya diberitakan Pemerintah Kota Bekasi merilis realisasi capaian pendapatan asli daerah (PAD) pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), Senin (30/9/19) pada saat apel di Plaza Pemkot Bekasi.

Dinas Tata Ruang menempati posisi nilai terendah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pencapaian realisasi Penghasilan Asli Daerah (PAD) yaitu 22,91%.

Sedangkan OPD dengan capaian realisasi PAD tertinggi yaitu Badan pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yaitu  140,91%.

Sedangkan kecamatan dengan capaian PAD tertinggi yaitu Kecamatan Bekasi Barat sebesar 82,85%. Sedangkan kecamatan dengan capaian PAD terendah yaitu Kecamatan Rawalumbu sebesar 41,38%.

Ama azhari Kepala Bidang (Kabid) Dinas Tata Ruang (Distaru) yang mendapatkan tugas membacakan hasil capaian realisasi PAD masing-masing OPD di hadapan ribuan pegawai lingkungan Pemkot Bekasi.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, capaian PAD di Pemkot Bekasi semakin membaik

” PAD terakhir ini nilainya sudah merambat bagus terus belanja mulai ada keseimbangan sudah mendekati rata-rata berhasil,” ujar Pepen sapaan akrab Walikota Bekasi usai rapat koordinasi di ruang Nonon Sontani. Selasa (17/9/19)

Dikatakanya PAD reklame dan sampah masih sangat jauh melampaui, parkir sudah mulai bagus karena parkir dan restoran menggunakn self-assessment.

Berikut rincian penilaian capaian PAD

Perangkat Daerah dengan nilai 6 terbawah :

  1. Dinas Dinas Bina Marga dan Sember Daya Air (DBMSDA) 42,15%
  2. Dinas Perhubungan (Dishub) 42,70%
  3. Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) 39,72%
  4. Dinas Tenaga kerja 32,07%
  5. Distanikan 34,96%
  6. Dinsa Tata Ruang (Distaru) 22,91%

Perangkat Daerah dengan nilai 6 tertinggi :

Badan pengelolaan keuangan dan aset darah (BPKAD)  140,91%, 

Dinas pemadam kebakaran (Disdamkar) 82,83%, 

Dinas perumahan permukaman dan pertanahan (Disperkimtan) 77, 61% , 

Dinas kesehatan (Dinkes) 68,35%, 

Rumah sakit umum daerah (Rsud) 67,27%, 

Bapadan pendapatan daerah (Bapenda) 54,93,
(Sar)

scroll to top