Close

CV Astan Jamin Kualitas Komiditi Pasokannya ke E-Warong Sesuai Ketentuan

TOPTIME. CO. ID, LEBAK – Salah satu pemasok komoditi pada Program Sembako 2020 di Lebak,  CV Astan Coebloek Jaya menjamin kualitas komoditi yang dikirimnya ke agen e-warong sesuai dengan pedoman program.

Dijelaskan Bagian Legal CV Astan,  Asep Saepudin, Senin (2’3/2020) kualitas beras yang didstribusikan ke agen e-warong berkualias premium. Terbukti kata dia,  selama konsumen tidak komplain dengan beras dari perusahaanya.

“Dengan pengalaman kami dan rekanan CV ASTAN yang sudah bertahun-tahun mengelola gabah sampai menjadi beras. Kami dapat membedakan yg mana premium dan medium. Kami jamin beras kami kualitas premium, ” kata Asep.

Darimana itu bisa dikatakan beras premium dengan harga Rp. 11. 500/kg bila tidak dilakukan uji mutu kualitas beras, ” kata Musa Weliansyah,  Senin (2/3/2020) di DPRD Lebak.

BACA BERITA SEBELUMNYA :;https://toptime.co.id/penyaluran-bpnt-di-lebak-telat-pengamat-jangan-dzolimi-orang-miskin/

BACA BERITA SEBELUMNYA

BACA BERITA SEBELUMNYA

BACA BERITA SEBELUMNYA

BACA BERITA SEBELUMNYA

BACA BERITA SEBELUMNYA

BACA BERITA SEBELUMNYA

BACA BERITA SEBELUMNYA

Bahkan,  kata Asep,  dirinya juga berani  seandainya harus diadakan uji laboratirium.

“CV ASTAN siap dan yakin bahwa beras kami memenuhi standar.  Apalagi jika dibandingkan beras medium baik medium kategori 1, 2, atau medium 3, jelas beras kami lebih baik,” kata dia.

Lanjut dia,  adapun, syarat umum pada beras, yakni  bebas hama dan penyakit, bebas bau apek, asam atau bau asing lainnya, bebas dari campuran dedak dan bekatul, dan bebas dari bahan kimia yang membahayakan konsumsi.

Selain itu lanjut Asep,  pihaknya berkomitmen memberdayakan potensi lokal sesuai dengan visi misi perusahaan melibatkan 11 penggilingan padi untuk pengadaan beras jenis premium untuk mensuplai agen e waroeng program Sembako tahun 2020.

“Sebelum memutuskan untuk menjadi pemasok agen program Sembako, kami sudah melakukan kajian dan pemetaan ketersediaan komoditi yang dibutuhkan sesuai pedoman umum Program Sembako, ” jelasnya.

Dia juga menjelaskan,  komoditi yang dipasoknya disesuaikan dengan keinginan Keluarga Penerima Manfaat (KPM)  yang dituangkan dalam berita acara.

“Sesuai pedoman umum, selaku supplier, kita penuhi sesuai pesanan KPM dan agen, ” kata dia.

Perusahaannya memprioritaskan petani dan penggilangan padi dari Lebak untuk terlibat dalam memasok komoditi program Sembako.

“Ada peternakan ayam di wilayah Lebak Selatan,  kita ikutkan suplai,  ada peternakan ayam petelor,  telornya kita tampung,  bahkan ada pengrajin tahu tempe juga kita rangkul, ” katanya.

Selain itu pihaknya memberikan garansi, komoditi yang dikirim tepat waktu, tepat jumlah dan tepat kualitas.

“Kita pastikan bahwa pengiriman hanya antara jam 08.00 sampai dengan jam 17.00 WIB, bila lebih dari jam itu kita tegaskan agar ditolak. Artinya agar agen dan penerima manfaat bisa jelas melihat kualitas dan kuantitas barangnya sesuai, ” imbuhnya.
Tambah dia,  berdasarkan pesanan,  ada KPM dan agen minta disuplai beras premium 9 kilogram,  telur ayam kualitas super 1 kilogram dan kacang ijo 1 kilogram, ada juga yang mintanya beras premium 9 kg,  1 ekor ayam ditambah tempe atau tahu.

Diberitakan sebelumnya,  karena menemukan banyak agen dan e-warong dadakan,  anggota DPRD Kabupaten Lebak Fraksi PPP Musa Weliansyah  akan mendorong dilakukan RDP (Rapat dengar pendapat) dengan mengundang semua pihak dari mulai supplier, Dinsos, TKSK, tikor kabupaten, tim pengawasan dari kepolisian. Ini dikatakan Musa Weliansyah,  Senin (2/3/2020) di DPRD Lebak.

Anggota DPRD ini mensinyalir
beras yang dikirim supplier ke agen e-Warong tidak memiliki Standar Nasional Indonesia.

“Darimana itu bisa dikatakan beras premium dengan harga Rp. 11. 500/kg bila tidak dilakukan uji mutu kualitas beras, ” kata Musa Weliansyah,  Senin (2/3/2020) di DPRD Lebak.

Selain itu kata Musa,  seharusnya  e-Warong memiliki kebebasan menentukan supplier. Dia   menduga  ada pengiringan terhadap supplier PT AAM dan CV ASTAN.

“Ini  malah ada MoU selama satu tahun, ini monopoli ini, ini gak baik,” tandasnya.

Dia mengaku menemukan banyak agen dan e-Warong dadakan pasca adanya program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)  yang sekarang berubah nama menjadi Program Sembako.

Bahkan Musa juga menantang  Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak untuk turun langsung bersama dewan untuk membuktikan keberadaan agen/e-Warong dadakan.

Untuk diketahui,  penyaluran Bantuan Program Sembako Tahun 2020  disalurkan melalui agen BRI-Link (E-Warong) di setiap desa dengan besaran nilai bantuan Rp. 150.000/bulan masing-masing KPM.

Program Sembako adalah pemyempurnaan dari  Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Pada program BPNT bantuan diberikan senilai Rp. 110 Ribu/ bulan. (*)

scroll to top