Close

Belum Bisa Total Pembangunan Jalan di Lebak Beralih dari Hotmix ke Cor Beton

Salah satu ruas jalan yang dibangun dengan hotmix di Lebak

TOPTIME.CO.ID, RANGKASBITUNG – Kepala Bagian Adminisrasi Pembangunan (Adpem) Sekretariat Daerah Pemkab Lebak, Ajis Suhendi mengatakan, terkait wacana mengalihkan pembangunan jalan dari hotmix ke cor beton perlu kajian yang lebih mendalam. Hal ini dijelaskan Kabag Adpem, Rabu (5/12/2019) sore.

Kata Ajis, sah-sah saja anggota DPRD menginginkan semua jalan dibangun dengan rigid pavement (beton) namun tidak akan bisa seluruhnya menggunakan cara cor beton karena ada faktor pemerataan dalam pekerjaannya.

Dia menggambarkan, untuk membangun 1 kilometer jalan dengan rigid pavement dibutuhkan anggaran Rp 4,5 – 5 Milyar. Sedangkan bila menggunakan hotmix CTB hanya membutuhkan Rp. 2,5 Milyaran untuk 1 kilometer.

Kata Ajis, pembangunan jalan dengan rigid pavement (beton) pernah dilakukan di Rangkasbitung – Malingping. Untuk membangun jalan sepanjang 73 kilometer tersebut dibutuhkan anggaran hingga Rp. 300 Milyar yang dilakukan bertahap selama 5-6 tahun sejak 2013.

“Tapi terkait rincian kalkulasi secara teknis Dinas PUPR yang lebih tau. Tapi saya kira bila dialihkan total dari hotmix ke cor beton untuk saat ini tidak memungkinkan karena panjangnya ruas jalan yang sudah mendesak butuh penanganan,” kata dia.

*BACA JUGA : https://toptime.co.id/biar-lebih-awet-fraksi-pdi-perjuangan-minta-pembangunan-jalan-beralih-dari-hotmix-ke-cor-beton/

Sebelumnya, Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Lebak meminta pihak eksekutif untuk tak lagi menggunakan hotmix pada pengerjaan jalan Kabupaten maupun poros di Kabupaten Lebak. Hal ini dikatakan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan, Enden Mahyudin melalui rilisnya kepada wartawan, Rabu Kamis, (5/12/2019)

Dikatakan H. Enden Mahyudin, kendati biayanya lebih mahal, namun pengerjaan jalan dengan cor beton lebih kuat dan tahan lama sehingga bila dibagi umur jalan akan jauh lebih efisien.

Lebih lanjut kata Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lebak, dibutuhkan political will dari Bupati dan jajarannya agar keluhan persoalan infrastruktur ini bisa teratasi bertahap secara komprehensif, efektif dan efisien.

“Tinggal eksekutif, bupati dan dinas terkait berhitung. Bila menggunakan cor beton, volume jalan yang terbangun dalam satu tahun anggaran memang lebih sedikit, tapi usia jalan jauh lebih lama,” kata dia.

Dia menandaskan, bila Pemkab sepakat tak lagi membangun jalan dengan hotmix dan beralih total ke cor beton, fraksi PDI Perjuangan siap mendukung dalam pembahasan anggarannya di DPRD.

“Silahkan perencanaan pembangunan jalan kabupaten dan kecamatan dengan cor beton, kita siap mendukung pembahasan anggarannya,” kata Enden.

Menurutnya, soal membangun infrastruktur jalan, Lebak bisa mencontoh dari Kabupaten Serang.
“Kabupaten Serang dengan besaran APBD yang hampir sama dengan Lebak mampu membangun jalan kabupaten dan kecamatan dengan cor beton,” kata dia. (*)

scroll to top