Close

Anggaran Pelatihan Pemandu Wisata Hampir Rp 1 M, Penggiat Sosial: Harus Terus Meningkat

Kegiatan pelatihan pemandu wisata kuliner dan belanja berlangsung pada tanggal 27 -29 Agustus di Hotel Kharisma Rangkasbitung. POTO : FB Imam R

TOPTIME.CO.ID, RANGKASBITUNG – Penggiat dari Komunitas Aspiratif, Iskandar menilai anggaran untuk pelatihan pemandu wisata di Lebak harus terus ditingkatkam. Menurut dia, besaran nilai anggaran yang digelontorkan harus menganut azas efektif dan efisien.

“Tujuannya bagus untuk memberikan pengetahuan bagi pemandu, bisa meningkatkan kualitas SDM., ” kata Iskandar, Senin (30/9/2019) malam.

Kata Iskandar, semangat untuk membangun wisata di Lebak sangat didukung masyarakat. Sehingga menurutnya, pihak dinas terkait harus bisa menangkapnya sebagai respon positif bagi pemerintah.

“Saya kira pelatihan masih bisa digelar sederhana tanpa mengurangi isi dan tujuan acara. Malah pelatihan yang melibatkan massa banyak justru semakin baik,” katanya.

*BACA JUGA : https://toptime.co.id/latih-pemandu-dispar-lebak-gelontorkan-hampir-rp-1-milyar/

Selain itu, dia juga menambahkan agar pelaku angkutan umum dan pelajar juga dilibatkan dalam pelatihan pemandu.

“Wisatawan yang menggunakan angkutan umum akan terbantu saat butuh informasi bila pengemudi angkutan umum paham tentang wisata di Lebak. Begitu pun kaum milenia juga bisa bergerak mempromosikan wisata melalui media sosial dan komunitasnya,” imbuhnya.

Untuk melatih pemandu wisata di Kabupaten Lebak, Dinas Parawisata mendapatkan kucuran dana APBD yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 hampir satu Milyar atau tepatnya Rp. 977 Juta ebih untuk membiayai 4 kegiatan pelatihan. Hal ini terpublikasi di aplikasi Simonev Kabupaten Lebak.

Dalam data Simonev terupdate tanggal 29 September 2019 tersebut, dari anggaran Rp. 977 Juta lebih itu sudah terserap senilai Rp. 257 juta lebih untuk 2 kegiatan pelatihan yaitu pelatihan pemandu wisata kuliner dan belanja Rp. 123 juta lebih dan pelatihan pemandu wisata perdesaan dan perkotaan senilai Rp. 134 juta lebih.

Sedangkan pelatihan pemandu wisata alam Rp. 152 juta lebih dan pelatihan tata kelola Destinasi parawisata senilai Rp. 250 juta belum dilaksanakan.

Selain 4 kegiatan pelatihan tersebut, juga terunggah alokasi belanja cetak senilai Rp 45 Juta masih pada item pelatihan pemandu wisata.

Seperti pada kegiatan pelatihan pemandu wisata kuliner dan belanja yang menghabiskan Rp. 123 juta lebih terpantau diikuti puluhan pengusaha kuliner dan penggiat wisata. Acara ini berlangsung pada tanggal 27 -29 Agustus di Hotel Kharisma Rangkasbitung.

Sedangkan Plt Kepala Dinas Parawisata Kabupaten Lebak, Imam R, Minggu (29/9/2019) melalui pesan whatsappnya membenarkan adanya alokasi dana untuk pelatihan pemandu yang berasal dari Dana Alokasi Khusus Non Fisik Kementrian Parawisata.

“Itu anggaran DAK Kemenpar yang juklak (petunjuk pelaksanaan-red) sudah ditentukan. Apa kami harus nolak? ” kata Imam.

Tegas dia, semua sudah ada aturan dan payung hukumnya. Dia juga menjelaskan, bukan pihaknya yang mengusulkan, tapi dari peraturan Menteri Keuangan sudah diploting DAK non fisik pariwisata dan ditindaklanjuti Juklak dari Kemenpar. (ADV)

scroll to top